Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Bayangkan jika sebuah sekolah di Jawa Barat seperti ini; ketika murid datang ke sekolah langsung terkoneksi dengan wifi sekolah yang sudah terhubung dengan datacenter milik Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKOMDIK) Disdik provinsi Jawa Barat. Begitu masuk lingkungan sekolah mereka bisa download materi pelajaran hari itu lengkap dengan test-nya.

Guru menjelaskan menggunakan proyektor. Gak perlu belepotan tinta whiteboard atau kapur lagi. Pelajaran disampaikan dengan audio visual. Setelah itu murid tinggal mengerjakan test yang ada di gadgetnya masing-masing. Selesai mengerjakan langsung muncul score-nya dan terkirim ke database sekolah yang kemudian tersinkron dengan data center milik Balai TIKOMDIK. Mereka juga bisa membuat resume dari pelajaran barusan dalam bentuk video dan dikirimkan ke database sekolah. Orang tua dan guru bisa mereview bagaimana murid-murid menangkap pelajaran hari itu lewat video-video yang mereka kirimkan.

Apakah model pendidikan seperti ini tidak bisa diterapkan sekarang? Jawabnya SANGAT BISA.

Saya tinggal di kampung yang rata-rata keluarga menengah ke bawah. Tapi anak-anak di sini kemana-mana sudah membawa handphone yang lengkap dengan kameranya.  Harga proyektor juga sudah sangat murah dan sudah banyak jenisnya, wifi sudah bisa diakses dimana-mana. Dibanding membeli buku tiap tahun, cara pendidikan seperti ini justru lebih hemat.

Teknologi yang dimanfaatkan dengan baik tentunya akan memberikan pengaruh positif dalam hal ini terhadap para peserta didik. Tatkala teknologi menjadi "teman" yang baik, maka para peserta didik juga akan mendapatkan hasil yang baik-baik dalam proses maupun hasil akhirnya. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dan kolaborasi dari semua lini, khususnya yang terkait dengan sistem pendidikan di Provinsi Jawa Barat.

Semoga sistem pendidikan di wilayah Jawa Barat semakin maju dan terdepan. Aamiin :)

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=TtPLeztfx9o